Lakukan Hal ini Jika Anda Tidak Ingin Menyesal Saat Mendaftarkan Merek Dagang Anda!

Sebelum Anda mengajukan permohonan merek, saya sangat menyarankan Anda terlebih dulu untuk lakukan penelusuran pada database merek DJHKI, lakukan! kenapa? karena untuk memperoleh gambaran apakah merek yang Anda miliki sudah ada yang terdaftar atau lebih dulu diproses pendaftaran nya oleh pihak lain, yang memiliki persamaan baik secara keseluruhan maupun pada pokoknya dengan merek milik Anda.

Jika merujuk pada pengaturan dalam Pasal 6 ayat (1) huruf a dan b UU No.15 Tahun 2001 tentang Merek, permohonan pendaftaran merek harus ditolak oleh Direktorat Jenderal apabila Merek tersebut :
a. mempunyai persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya dengan merek milik         pihak lain yang sudah terdaftar lebih dahulu untuk barang dan / atau jasa yang                 sejenis;
b. mempunyai persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya dengan merek yang          sudah terkenal milik pihak lain untuk barang dan / atau sejenisnya.

Yang dimaksud dengan persamaan adalah kemiripan yang disebabkan oleh adanya unsur yang dapat menimbulkan kesan adanya persamaan baik mengenai apakah itu bentuk, cara penempatan, susunan warna, cara penulisan antara unsur – unsur atau persamaan bunyi ucapan. Apabila merek dagang yang akan di daftarkan termasuk dalam salah satu kategori di atas, maka kemungkinan besarnya merek dagang yang Anda daftarkan akan ditolak.

Baca juga artikel kami lainnya :

Nah, untuk itu maka sebaiknya sebelum Anda menggunakan atau mendaftarkan merek anda, anda harus melakukan penelusuran terlebih dahulu apakah merek yang hendak anda gunakan atau daftarkan sudah pernah didaftarkan oleh orang atau perusahaan lain. Hal ini akan mengurangi kemungkinan timbulnya kerugian akibat penolakan permohonan pendaftaran merek anda. Selain itu juga menghindarkan dilayangkannya surat tuntutan hukum baik secara pidana maupun perdata di lain hari dari orang atau perusahaan yang memiliki merek dan mempunyai persamaan dengan merek Anda.
Penelusuran merk ini dapat anda lakukan dengan mengakses Fasilitas On-Line Data Merek Indonesia yang disediakan oleh Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual pada http://penelusuran-merek.dgip.go.id/

Atau jika anda ingin melakukan penelusuran atau mendaftarkan merek dagang milik anda bisa menghubungi kami langsung di (Call/SMS) 0813-1501-9815 atau (Whatsapp) 0877-8810-0016. Atau anda bisa kunjungi kami di jasapendaftaranmerk.com. Kami dengan sigap membantu Anda dalam menelusuri merek dagang yang terdaftar, layanan kami 24 jam non stop siap melayani Anda!

Jika dari hasil penelusuran diyakini bahwa resiko merek akan tertolak oleh merek yang lebih dulu didaftarkan pihak lain tidak terlalu mengkhawatirkan, maka pemohon disarankan untuk segera melakukan pengajuan pendaftaran merek yang dimaksud.

Salam Merek 🙂

Dipublikasi di biaya jasa daftar merek, Biaya Pendaftaran Merek, Biaya Pendaftaran Merek HAKI, biaya penelurusan merek, Biro Jasa Pendaftaran Merek, Cara Pendaftaran Merek, cara penelusuran merek dagang, Formulir Pendaftaran Merek Dagang, Fungsi Pendaftaran Merek, Pendaftaran Hak Merek Dagang, Pendaftaran Merek, Pendaftaran Merek Dagang, Pendaftaran Merek Dagang di Indonesia, Pendaftaran Merek Hukum Online, Pendaftaran Merek Online, Pendaftaran Merk, Tak Berkategori | Tag , , , , , , | Meninggalkan komentar

Apa itu Sistem Konstitutif Dalam Pendaftaran Merek Dagang?

Sebelum anda mendaftarkan merek dagang, ada baiknya anda mempelajari tentang sistem prosedur yang berlaku dalam pendaftaran merek di Dirjen HKI. Jangan sampai kita salah menduga dengan sistem yang telah diterapkan di HKI.

Dalam era globalisasi sekarang ini, untuk dunia perdagangan internasional batas negara boleh dikatakan hampir tidak ada lagi, karena setiap negara telah menyepakati kesepakatan internasional di bidang perdagangan seperti WTO, APTA, APEC dan lain sebagainya harus tunduk kepada kesepakatan tersebut. Dengan demikian setiap negara tidak dapat lagi melindungi perekonomiannya dengan kebijakan tarif maupun fiskal melebihi kesepakatan yang telah diterapkan. Termasuk diantaranya pemberian perhatian khusus terhadap perlindungan pada hak kekayaan Intelektual (HaKI) yang diwujudkan dalam bentuk perjanjian (Agreement Establishing The Word Trade Organization) yaitu salah satu persetujuan di bawah WTO berupa perjanjian atau persetujuan mengenai aspek-aspek dagang yang terkait dengan hak kekayaan intelektual, termasuk perdagangan illegal. Indonesia telah mengikrarkan ikut dalam organisasi perdagangan dunia atau World Trade Organization (WTO) dengan mengesahkan keikutsertaannya dalam Undang-Undang No.7 Tahun 1997.

           Dalam era tersebut persaingan yang terjadi adalah persaingan antar produsen ataupun perusahaan dan bukan lagi antar negara. Siapa yang dapat bekerja lebih professional dan efisien itulah yang keluar sebagai pemenang dan dapat eksis di pasar.

           Undang-Undang No. 9 Tahun 1995 tentang Usaha Kecil lebih memberikan leluasa gerak dari usaha kecil. Pada pasal 12/1995 Pemerintah menghidupkan pertumbuhan iklim usaha dalam aspek perizinan usaha sebagaimana dimaksud pasal 6 ayat (1) huruf f dengan menetapkan Peraturan Perundang-Undangan dan Kebijakan untuk :

Menyederhanakan tata cara dan jenis perizinan dengan mengupayakan terwujudnya sistem pelayanan satu atap;

Sistem Konstitutif

Aturan hukum sebelumnya yakni Undang-Undang Nomor 21 tahun 1961 menggunakan sistem deklaratif. Menurut Iman Sjahputra (1997 : 28) Sistem deklaratif adalah suatu sistem dimana hak atas suatu merek timbul karena pemakaian pertama oleh pihak pemilik merek, walaupun tidak didaftarkan oleh pemilik merek.

Sistem ini mempunyai kelemahan karena tidak diketahui kapan suatu merek dipakai seseorang. Sehingga semisal terjadi sengketa antara 2 (dua) pihak dimana satu pihak mengklaim bahwa ia adalah pengguna pertama dari merek tersebut, sementara pihak lain juga menyatakan hal yang sama, maka untuk membuktikan siapa yang merupakan pemakai pertama dari merek tersebut merupakan hal yang tidak mudah. Dalam sistem konstitutif, hak akan timbul apabila telah didaftarkan oleh si pemegang. Karena itu, dalam sistem ini pendaftaran merupakan suatu keharusan.

Sistem pendaftar konstitutif disebut juga first to file principle. Artinya, merek yang didaftar adalah yang memenuhi syarat dan sebagai yang pertama. Tidak semua merek dapat didaftarkan.  Merek tidak bisa didaftar atas dasar permohonan yang diajukan oleh pemohon yang beretikad tidak baik. Pemohon beretikad tidak baik adalah pemohon yang mendaftarkan mereknya secara tidak layak  dan tidak jujur, ada niat tersembunyi misalnya “menunggangi”, meniru, atau menjiplak popularitas menimbulkan kompetisi bisnis yang tidak sehat dan “membuayai” atau menyesatkan konsumen.  Yang dapat mendaftarkan merek adalah orang atau badan hukum.

Dipublikasi di biaya jasa daftar merek, Biaya Pendaftaran Merek, Biaya Pendaftaran Merek HAKI, biaya penelurusan merek, Biro Jasa Pendaftaran Merek, Cara Pendaftaran Merek, Formulir Pendaftaran Merek, Formulir Pendaftaran Merek Dagang, Formulir Pendaftaran Merek HAKI, Fungsi Pendaftaran Merek, Harga Jasa Pendaftaran Merek, Harga Pendaftaran Merek, jasa pendaftaran merek, Pendaftaran Dirjen HaKI, Pendaftaran Hak Merek Dagang, Pendaftaran Merek, Pendaftaran Merek Dagang, Pendaftaran Merek Dagang di Indonesia, Pendaftaran Merek Dagang Jakarta, Pendaftaran Merek Dagang Online, Pendaftaran Merek Online, Pendaftaran Merk, Perbedaan antara Merek,Paten dan Hak Cipta, Tak Berkategori | Meninggalkan komentar

0813.1501.9815 Jasa Pendaftaran Merek Logo

Sudahkah Merek & Logo Produk/Bisnis Anda didaftarkan di Ditjen HAKI? Jangan Biarkan Merek Anda Digunakan/Direbut Pihak Lain! Yuk Segera Daftarkan………….

Logo biasanya dihasilkan dalam bentuk gambar dan gambar termasuk dalam salah satu ciptaan yang dilindungi menurut Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta (“UU Hak Cipta”). Hak cipta adalah hak eksklusif pencipta yang timbul secara otomatis berdasarkan prinsip deklaratif setelah suatu ciptaan diwujudkan dalam bentuk nyata, sehingga tak memerlukan pendaftaran kecuali dirasakan perlu.

Sedangkan, apabila logo tersebut akan didaftarkan untuk mendapatkan perlindungan hak merek, maka Anda dapat mendaftarkan hak mereknya pada Direktorat Merek dan Indikasi Geografis, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan HAM. Merek sesuai dengan yang diatur dalam Undang-Undang tentang Merek dan Indikasi Geografis Tahun 2016 (“UU Merek”) adalah tanda yang dapat ditampilkan secara grafis berupa gambar, logo, nama, kata, huruf, angka, susunan warna, dalam bentuk 2 (dua) dimensi dan/atau 3 (tiga) dimensi, suara, hologram, atau kombinasi dari 2 (dua) atau lebih unsur tersebut untuk membedakan barang dan/atau jasa yang diproduksi oleh orang atau badan hukum dalam kegiatan perdagangan barang dan/ atau jasa.

Pendaftaran merek dapat dilakukan juga melalui kantor-kantor wilayah Kementerian Hukum dan HAM di seluruh Indonesia.

Secara umum, prosedur pendaftaran merek adalah sebagai berikut:

  1. Permohonan pendaftaran merek diajukan oleh Pemohon atau Kuasanya kepada Menteri secara elektronik atau non-elektronik dalam bahasa Indonesia.
  2. Dalam Permohonan harus mencantumkan:
    1. tanggal, bulan, dan tahun Permohonan;
    2. nama lengkap, kewarganegaraan, dan alamat Pemohon;
    3. nama lengkap dan alamat Kuasa jika Permohonan diajukan melalui Kuasa;
    4. warna jika Merek yang dimohonkan pendaftarannya menggunakan unsur warna;
    5. nama negara dan tanggal permintaan Merek yang pertama kali dalam hal Permohonan diajukan dengan Hak Prioritas; dan
    6. kelas barang dan/ atau kelas jasa serta uraian jenis barang dan/atau jenis jasa.
  3. Permohonan ditandatangani Pemohon atau Kuasanya dan dilampiri dengan label Merek dan bukti pembayaran biaya.
  4. Dalam hal Merek berupa bentuk 3 (tiga) dimensi, label Merek yang dilampirkan dalam bentuk karakteristik dari Merek tersebut.
  5. Dalam hal Merek berupa suara, label Merek yang dilampirkan berupa notasi dan rekaman suara.
  6. Permohonan wajib dilampiri dengan surat pernyataan kepemilikan Merek yang dimohonkan pendaftarannya.

 

PT.Cipta Purnama Samudera (CPS) menerima pengurusan pendaftaran merek dan logo, untuk memastikan Anda memiliki hak secara legal atas merek dan logo tersebut. Merek dan Logo Anda akan dilindungi Hukum Indonesia. Daftarkan & dapatkan ‘Sertifikat Merek’ dari Kementerian Hukum dan HAM RI yang melindungi merek & logo produk/bisnis Anda.

Dimanapun Anda berada, jangan ragu menghubungi PT.CPS  – baik untuk berdiskusi, informasi lebih lanjut, atau apabila Anda membutuhkan penawaran.

Segera Daftarkan Merek Anda! Hubungi Kami:

Telpon-SMS-WA 0813.1501.9815

Dipublikasi di Tak Berkategori | Meninggalkan komentar

Cara Pendaftaran Merek Dagang Yang Mesti Anda Ketahui!!!

Cara Pendaftaran Merek Dagang . Buat Anda para pelaku UKM yang belum mendaftarkan merek dagangnya ke Ditjen HKI , berikut ini adalah bagaimana cara mendaftarkan merek dagang Anda beserta tahapannya.

Yang PERTAMA :  Anda  MESTI  melakukan yang namanya PENELUSURAN MEREK .

Jadi sebagai langkah pertama yang mesti Anda lakukan sebelum mendartarkan merek dagang  adalah dengan melakukan penelusuran merek. Sebelum kita memutuskan untuk memakai sebuah logo atau nama sebagai merek dagang pastikan dulu apakah logo atau nama yang dipilih telah didaftarkan oleh pihak lain untuk jenis jasa atau barang yang sama.

Dengan melakukan penelusuran merek maka dapat terhindar si pemilik usaha dari penolakan permohonan pendaftaran dan kemingkinan tuntutan hukum dari pemilik merek terdaftar sebagai pemilik yang sah menurut hukum. Penelusuran merek dapat melalui jasa kami sebesar Rp. 200.000,-/merek

Yang KEDUA :  Anda  MESTI  menyiapkan PERSYARATAN PENGAJUAN PERMOHONAN 

Berikut beberapa persyaratan yang biasanya diminta untuk registrasi merek:

  • Pemohon (perusahaan atau Perorangan) mengisi biodata seperti Nama, alamat dan kewarganegaraan.
  • Menyiapkan 30 Contoh merek berukuran maksimal 9 x 9 cm, minimal 2 x 2 cm
  • Menyiapkan daftar barang atau jasa yang diberi merek
  • Surat Pernyataan kepemilikan dari pemohon
  • Surat Kuasa (jika diperlukan)
  • Fotokopi KTP pemohon
  • Fotokopi NPWP (khusus pemohon perusahaan)

Yang KETIGA :  Anda  MESTI  mengikuti PROSEDUR PENDAFTARAN MEREK 

Prosedur pendaftaran merek terbagi menjadi dua bagian, yaitu pengajuan merek oleh pemohon langsung dan melalui proses verifikasi yang dilakukan oleh Ditjen HKI.

Pemohon akan mengisi formulir pendaftaran merek dengan berbagai syarat lainnya yang harus dipenuhi seperti surat keterangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), etiket merek, surat kuasa khusus, bukti pembayaran pendaftaran merek, dan bukti penerimaan permintaan pendaftaran merek. S

Setelah ini Ditjen HKI akan memeriksa pendaftaran tersebut, hingga akhirnya terbit sertifikat merek

.1. Pemeriksaan Formalitas

Langkah pemeriksaan pertama adalah pemeriksaan terhadap kelengkapan persyaratan pendaftaran merek. Jika terdapat kekurangan dalam kelengkapan persyaratan, Ditjen HKI meminta agar kelengkapan persyaratan tersebut dipenuhi dalam waktu paling lama 2 (dua) bulan terhitung sejak tanggal pengiriman surat permintaan diterima.

2. Pemeriksaan Substantif

Setelah itu dalam waktu paling lama 30 hari terhitung sejak tanggal penerimaan permohonan pendaftaran merek, Ditjen HKI akan melakukan pemeriksaan substantif terhadap permohonan merek tersebut.

Pemeriksaan substantif melingkupi permohonan merek tersebut termasuk kedalam kategori yang dimohonkan atau tidak, dan memeriksa merek tersebut sudah terdaftar atau belum dengan merek dan kelas produk yang sama. Pemeriksaan substantifdiselesaikan dalam waktu paling lama 9 (sembilan) bulan.

3. Pengumuman dan Keberatan

Kemudian dalam waktu paling lama 10 (sepuluh) hari terhitung sejak tanggal disetujuinya permohonan merek, Ditjen HKI mengumumkan permohonan tersebut dalam Berita Resmi Merek. Pengumuman berlangsung selama 3 (tiga) bulan.

Selama jangka waktu pengumuman, setiap pihak dapat mengajukan keberatan secara tertulis kepada Ditjen HKI secara tertulis dalam waktu paling lama 2 (dua) bulan terhitung sejak tanggal penerimaan salinan keberatan.

4. Pemeriksaan Kembali

Apabila pada tahapan pengumuman, pemohon mengajukan keberatan maka Ditjen HKI akan menggunakan keberatan tersebut sebagai bahan pertimbangan dalam pemeriksaan kembali terhadap permohonan yang telah selesai diumumkan tersebut.

Pemeriksaan kembali diselesaikan dalam jangka waktu paling lama 2 (dua) bulan terhitung sejak berakhirnya jangka waktu pengumuman. Jika pemeriksa melaporkan hasil pemeriksaan bahwa keberatan tidak dapat diterima, atas persetujuan Direktur Jenderal, permohonan dinyatakan dapat disetujui untuk didaftar dalam Daftar Umum Merek.

Ditjen HKI akan menerbitkan dan memberikan Sertifikat Merek kepada Pemohon atau Kuasanya dalam waktu paling lama 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak tanggal Permohonan tersebut disetujui untuk didaftar dalam Daftar Umum Merek.

Dipublikasi di Tak Berkategori | Meninggalkan komentar

Fungsi Pendaftaran Merek

Fungsi Pendaftaran Merek.  Sebaiknya Anda Tahu!!! ….Jika Anda mendaftarkan suatu merek barang atau jasa maka sesungguhnya merek yang kita daftarkan berfungsi sebagai :

  • Alat bukti bagi pemilik yang berhak atas merek yang didaftarkan;
  • Dasar penolakan terhadap merek yang sama keseluruhan atau sama pada pokoknya yang dimohonkan pendaftaran oleh    orang lain untuk barang /jasa sejenis;
  • Dasar untuk mencegah orang lain memakai merek yang sama keseluruhan atau sama pada pokoknya dalam peredaran untuk barang /jasa sejenis

Sedangkan merek itu sendiri berfungsi sebagai :

  • Tanda pengenal untuk membedakan hasil produksi yang dihasilkan seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum dengan produksi orang lain atau badan hukum lainnya.
  • Sebagai alat promosi, sehingga mempromosikan hasil produksinya cukup dengan menyebutkan mereknya.
  • Sebagai jaminan atas mutu barangnya.
  • Menunjukkan asal barang/jasa dihasilkan.

 

 

 

 

Dipublikasi di Tak Berkategori | Meninggalkan komentar